Ketika kita berbicara tentang diet, biasanya kita menempatkan pada spektrum antara kuantitas makanan dan kualitas makanan.
Pola Makan seperti If It Fits Your Macros (IIFYM) bertumpu pada kuantitas makanan, sedangkan clean eating bertumpu pada kualitas makanan.
Pola diet seperti IIFYM ini menerapkan pedoman tentang jenis makanan apa yang harus dimakan dan tidak mengatur kalori makro hingga tingkat tertentu.
Sedangkan clean eating fokus pada kualitas makanan yang dikonsumsi dan memastikan makanan tersebut bukan yang high processed atau dalam kata lain clean / bersih. Prinsip utamanya pilih makanan utuh dan alami dan usahakan untuk menghilangkan makanan olahan termasuk juga minuman (soda, alkohol, bahkan jus buah).
Gambaran Umum & Prinsip Utama Clean Eating Diet
Sebagian besar orang yang menggunakan metode diet ini akan mengatakan bahwa diet ini bukanlah diet yang sebenarnya, melainkan pandangan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dimakan.
Diet ini berfokus pada kualitas dan bukan kuantitas makanan, sehingga perhitungan kalori tidak digunakan dalam kerangka diet ini.
Waktu/Frekuensi Makan
Diet ini tidak memiliki persyaratan ketat waktu makan atau frekuensi makannya (dalam hal ini seberapa sering anda makan dalam 1 hari).
Namun dalam penerapannya sebagian besar program clean eating menyarankan anda 5 sampai 6 kali makan utama dalam porsi lebih kecil ketimbang makan 3 kali makan utama sehari.
Batasan
Diet ini memberlakukan batasan makanan yang cukup besar untuk seorang individu. Diet ini mengharuskan untuk mengonsumsi makanan utuh, alami, dan menghindari segala sesuatu yang diproses.
Tidak termasuk pasta, roti, kerupuk, keripik, sereal dan turunannya. Ini juga termasuk condiments seperti mustard dan selai, dan juga saus.
Selain itu, sebagian besar minuman juga dibatasi, seperti alkohol, soda dan jus buah kemasan.
Apakah ada fase kapan harus jalankan diet ini?
Secara umum, tidak. Namun secara khusus ada sebagian ahli diet yang menuangkan konsep dietnya dalam buku dan artikel membuat semacam program 30 hari clean eating diet, dimana dalam 30 hari kita menerapkan betul-betul konsep clean eating tanpa ada cheating day meski hanya 1 hari.
Siapakah yang cocok menjalankan diet ini?
Diet clean eating sangat cocok untuk orang yang fokus kepada khasiat makanan, tidak menghitung kalori, dan tidak keberatan diet ketat dengan pendekatan pada nutrisi.
Pola ini memungkinkan fleksibilitas yang cukup besar dalam jumlah makanan yang dimakan, waktu dan frekuensi serta usaha dan ketekunan. Diet ini dapat digunakan oleh berbagai orang dengan tujuan menghilangkan lemak, menambah otot, atau menambah performa dalam olahraga.
Seberapa mudah diet ini diterapkan?
Seberapa mudah diet ini diterapkan tergantung dari anda tipe orang seperti apa dan preferensi makanan anda seperti apa. Bagi orang yang gemar makan berbagai macam makanan, tidak suka pembatasan makanan, dan lebih suka fokus pada kuantitas makanan (menghitung kalori dan makro), pola ini mungkin akan sulit diikuti.
Namun bagi orang yang terbiasa dalam kerangka diet yang dibatasi, dan tidak suka menghitung kalori dan makro, pola ini dapat menjadi pilihan yang tepat untuk diikuti.
Kebanyakan orang yang mempraktikan pola clean eating dalam jangka panjang biasanya akan lebih fleksibel, dimana 10% – 20% waktu diet mereka masih mengkonsumsi makanan yang “dilarang”.
Mainstream belief dibalik clean eating.
Banyak penganut clean eating meyakini bahwa segala makanan yang natural dan tanpa proses merupakan makanan yang paling optimal untuk kesehatan dan secara alami mengendalikan asupan kalori.
Meskipun memang ada alasan kuat di balik konsumsi lebih banyak natural food, namun kita tidak boleh mengandalkan argumen “natural” sebagai satu-satunya dasar, mengapa pola makan ini efektif, karena “naturalistic fallacy is a common logical fallacy”.

