A great deal of success lends itself to how you prepare for a process.
Menjalani gaya hidup sehat itu punya kepuasan tersendiri. Banyak orang yang sudah membuktikannya. Namun erkadang kehidupan membawa kita ke hal yang tidak bisa kita prediksi. Bisa tiba-tiba banyak pekerjaan, sakit, cedera, atau bahkan depresi yang menyebabkan kita untuk menjauh sejenak dari olahraga dan fokus untuk menenangkan diri. Hal tersebut bisa berlangsung berhari-hari, bahkan bertahun-tahun.
Namun ada saatnya anda termotivasi dan punya keinginan untuk kembali menjalani gaya hidup sehat. Anda siap untuk kembali “rise and grind”. Namun karena motivasi tersebut juga terkadang anda lupa diri. Dengan kata lain anda menjadi ambisius dan melakukan hal-hal yang berlebihan dari seharusnya, sehingga “comeback” anda berubah menjadi cedera.
A great deal of success lends itself to how you prepare for a process. Dan ketika anda memilih untuk kembali berkomitmen olahraga, untuk memulai lagi diperlukan fokus pada tujuan yang ingin anda capai. Mengatur pola pikir dan mengatur langkah pertama menjadi sangat “crucial” untuk diperhatikan dengan seksama sebelum anda kembali berolahraga, baik ke gym ataupun olahraga lainnya.
Strategi yang akan saya paparkan ini baiknya dilakukan seminggu sebelum anda memutuskan kembali berolahraga.
Tentukan Tujuan Anda
Untuk menjadi sukses diperlukan goals atau tujuan yang ingin anda capai. Tanpa hal tersebut anda hanya akan seperti sebuah mobil yang setiap hari dipanaskan tanpa dibawa jalan, karena tidak tahu mau kemana. Entah itu turun berat badan, turun lemak, jadi lebih kuat, membentuk otot atau hanya sekedar biar enak dilihat ketika pakai baju, semua itu adalah goals atau tujuan anda.
Anda juga harus realistis dengan mempertimbangkan berapa lama tujuan itu akan tercapai. Di dunia ini tidak ada yang instant, indomie saja perlu dimasak. Tubuh juga perlu penyesuaian, tidak lantas hari ini olahraga langsung intense, besok badannya jadi. Ngga gitu cara mainnya. Yang ada malah cedera. Ibaratkan olahraga itu seperti memahat patung, patungnya ya diri anda sendiri. Butuh kesabaran, ketekunan, dan konsistensi.
Saya juga dulu pernah cedera 2 tahun dan tidak boleh olahraga berat selama itu. Alhasil saya pemulihan cedera dengan hydrotherapy sendiri, dengan lihat tutorial di youtube, serta melakukan stretching dari tempat tidur. Setiap hari selama 2 tahun. Saya sempat menggunakan jasa physio, namun hanya berjalan 1 bulan karena harga physio lumayan mahal dan saya hanya ambil ilmunya saja, lalu saya coba lakukan sendiri dan beli alat-alat penunjang physio sendiri. Berikut ini penampakan tubuh saya selama cedera 2 tahun tersebut dan ketika saya kembali berolahraga.

Berikut ini “resep” saya ketika saya memutuskan kembali ke gym: [Amount of time that you took off] + 2 weeks = Timeline of goal
Hitung berapa lama kita tidak olahraga, kemudian tambah 2 minggu. Jika anda off selama 1 bulan misalnya, tambah 2 minggu, jadi 6 minggu. Off selama 8 minggu, jadikan 10 minggu. Ini merupakan hal yang realistis yang bisa anda lakukan. Selanjutnya tulis goals anda di kertas lalu tempel di kulkas, di mobil, di motor, di pintu kamar, atau dimanapun. Ini berguna membantu anda untuk tetap konsisten. Bukan lagi sekedar olahraga, tapi punya target khusus. Jangan lupa juga untuk berfikir bahwa anda adalah pemula. Lakukan semua seperti saat pertama kali anda berolahraga. Meskipun anda sudah tahu luar dalam tentang apa yang anda lakukan, namun sekali lagi tempatkan diri anda sebagai pemula.
Tempatkan Pikiran Anda Di Tempat Yang Tepat
Ketika anda berhenti olahraga, pikiran anda akan berjalan kesana kemari ke tempat yang tidak seharusnya. Fokusnya jadi hilang, atau mungkin juga kurang percaya diri. Yang telah terjadi pada diri anda akan berpengaruh banyak terhadap pikiran anda.
Pertama dan yang paling berat yang perlu dilakukan adalah mengatasi hal-hal negatif. Menempatkan hal itu untuk kemudian dikesampingkan tidak akan membantu untuk jangka panjang. Temukan apa yang sebenarnya mengganggu pikiran anda. Tulis di kertas, curhat sama orang lain atau konsultasi sama profesional akan sangat membantu. Anda harus menemukan jalan terbaik untuk melewatinya, bukan menghindarinya. Kemudian komitmen dengan diri anda bahwa semua yang telah anda lalui adalah masa lalu anda. Tidak mungkin merubah itu. Yang anda punya hanya saat ini dan masa depan yang bisa anda kendalikan.
Selanjutnya, cari gambar diri anda di sosial media yang paling anda suka. Ketika anda berpenampilan menarik, terlihat kuat dan sedang jaya-jayanya. Dilihat saja terus menerus. Diingat-ingat masa itu bagaimana fisik dan mental anda saat itu, sehingga anda bisa merasakannya lagi di saat ini. Ini bisa jadi batu loncatan pertama. Karena anda pernah di posisi seperti itu dan anda yakin akan bisa seperti itu lagi.
Terakhir, evaluasi kembali media sosial anda dan tanya pada diri anda hal berikut : Apa anda follow orang-orang yang menginspirasi dan memotivasi?. Unfollow atau mute orang-orang yang hanya memberikan “bad influence” terhadap diri anda. Apa yang ada di layar anda hanya akan memberi hal baik atau hal buruk tergantung dari siapa yang anda ikuti.
Temukan Nutrition Plan Yang Baik Untuk Anda
Goals sudah ada, deadline juga sudah ada, sekarang saatnya anda membangun fundamental. Komitmen dengan nutrisi yang lebih terencana dan solid adalah pondasi utama untuk kesuksesan goals anda.
Programnya juga harus benar-benar mendukung tujuan anda, apakah itu membangun massa otot atau membakar lemak. Banyak program-program diluar sana yang tersedia gratis, temukan yang paling cocok untuk anda ikuti, kemudian mulai belanja bahannya.
Untuk 7 hari pertama, ikuti program makan apapun yang anda temukan di internet yang menurut anda tidak ekstrim. Ini berguna membantu anda untuk membangun habit atau kebiasaan. Supaya anda terbiasa dahulu.
Cari Jadwal Olahraga Yang Anda Bisa Enjoy
Olahraga sejatinya adalah hal yang anda lakukan dan sekaligus bisa anda nikmati, anda enjoy. Semua program pada dasarnya baik untuk anda. Yang membedakan hanya ketersediaan waktu pribadi anda dari kesibukan, serta budget. Mau itu program olahraga di gym, di rumah, menggunakan alat atau hanya bodyweight, tidak masalah. Karena target utamanya adalah membangun kebiasaan dahulu sambil mengikis lemak di tubuh anda. Setelah anda bisa enjoy dengan jadwal olahraga yang anda punya, naikkan intensitas. Misal untuk awal anda pakai program bodyweight di rumah. Biarkan tubuh anda beradaptasi dengan beban. Kemudian jika dirasa anda sudah mencapai plateau, anda boleh mulai beli alat olahraga sederhana seperti resistance band dan pull up bar. Seterusnya jika dirasa anda butuh challenge lebih dan tubuh sudah beradaptasi, serta ada budget lebih, anda boleh membership di gym. Tidak perlu mega gym. Gym sederhana saja tidak apa-apa. Tempatkan kembali diri anda sebagai pemula di gym. Jangan mengangkat beban berlebihan. Jika dirasa 1 gerakan tidak nyaman karena terlalu berat, kurangi bebannya. Jangan membuat diri anda cedera yang mengakibatkan rencana yang sudah anda buat berantakan.
Akhir kata, memulai olahraga kembali bukan tentang pergi ke gym lalu angkat beban dan besoknya badan jadi. Seperti mesin kendaraan, anda harus memanaskannya terlebih dahulu, kenali rem, kopling, jarak pengereman dan seberapa torsi yang kendaraan itu punya.

